Produk Islami

Reuni Agung di Surga ‘Adn

Friday, 30 December 2011 18:56
Reuni agung ini akan dialami oleh mereka, orang tua mereka, pasangan mereka dan keturunan mereka. Siapakah mereka itu? Mereka adalah orang-orang yang didoakan oleh Para Malaikat pemikul Arasy dan para Malaikat sekitarnya. Semoga kita tergolong kepada mereka. Berikut ini doanya:

“(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka ampunilah kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan selamatkan mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala.

Duhai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, dan pasangan-pasangan mereka, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” (Al-Mu’min/40:7-8)

Transliterasi Arab-Latin ayat ini berikut Doa dari Al-Qur’an untuk Pasangan suami-istri dan keturunan, akses di sini


Wassalam
Syamsuri Rifai
 

Ringkasan Amalan Praktis dan Doa-doa Pilihan

Thursday, 17 November 2011 14:02
Semoga ringkasan artikel berikut bermanfaat bagi yang membutuhkannya:
Terdiri dari: Doa untuk menguatkan daya ingatan, doa untuk keselamatan dari azab Allah swt, dan doa untuk memperoleh pengampunan dosa. Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
Lima doa tersebut dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan. Kandungan makna doa: Kebahagiaan di dunia dan akhirat, kesabaran, kekuatan dan konsisten dalam kebenaran, pertolongan terhadap musuh, perlindungan dari azab Allah, pertolongan dari beban yang berat, dan pengampunan dosa.
Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
 Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
 Dilengkapi teks arab, transliterasi arab-latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
38.... 
 
 
Wassalam
Syamsuri Rifai
 

Hakikat Doa Dan Adab-Adab Berdoa

Saturday, 29 October 2011 01:13
Hakikat Doa, Adab-Adab Berdoa, dan Syarat-syarat Doa Diijabah

Doa adalah inti ibadah, dan senjata yang memiliki dua sisi: satu sisi untuk melumpuhkan musuh dari dalam, dan sisi yang lain untuk menunduk lawan dari luar.

Rasulullah saw bersabda: “Doa adalah senjata orang-orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.” (Uyun Al-Akhbar 2: 37)

Agar doa kita diijabah oleh Allah swt, dan mengantarkan kita pada apa yang kita inginkan, mencapai kebahagiaan dan kedamaian, maka kita mesti mengetahui adab-adab berdoa.

Dalam buku ini adab-adab berdoa dan syarat-syarat diijabahnya suatu doa dijelaskan secara detail dilengkapi hadis-hadis Nabi saw dan Ahlul baitnya (sa), dilengkapi juga contoh-contoh doa yang mustajabah.
Ukuran dan Tebal Buku
Ukuran: 20,5 x 13 cm. Kertas HVS 70 gram. Tebal: 178 halaman.
Harga buku Rp 35.000,- plus ongkos kirim via TIKI antara Rp 10.000,- dan Rp 25.000, tergantung pada wilayah tujuan.

Yang berminat mohon kirim alamat lengkap berikut code pos
dan nama lengkap pemesan via SMS ke: 02193863218.
Kami akan kirim buku pesanan Anda via TIKI

Sebelum kami mengirim buku pesanan Anda dimohon mengirimkan biaya buku sesuai dengan jumlah paket buku yang dipesan plus ongkos kirim via TIKI, ke No Rek BCA:
5770476404. Atas nama: Ifadah Amalia. KCP Taman Galaxi, Bekasi.

Judul: Hakikat Doa, Adab-Adab Berdoa, dan Syarat-syaratnya untuk mencapai Doa yang Mustajabah
Penerjemah: Syamsuri Rifai

Judul Asli: Hâqiqah Ad-Dû’â wa adâbuhu wa syurûthuhu wa atsâruhu
Penulis: Markaz Islami

DAFTAR ISI
Pengantar
Pasal Pertama
Pengertian doa dan hubungannya dengan ibadah
Doa menurut bahasa
Doa menurut istilah
Hubungan doa dan ibadah
Doa inti ibadah
Doa dalam keadaan suka dan duka
Kebersamaan doa dengan lahiriyah ibadah
Qunut
Doa dalam sujud

Pasal Kedua
Adab-adab berdoa dan syarat-syaratnya
Suci
Bersedekah, memakai wewangian dan pergi ke masjid
Shalat
Membaca Basmalah
Memuji Allah swt
Berdoa dengan Asmaul husna
Bershalawat kepada Nabi saw dan keluarganya (sa)
Bertawassul dengan Muhammad saw dan keluarganya (sa)
Mengakui dosa-dosa
Menyampaikan permohonan
Mengenal Allah dan berbaik sangka kepada-Nya
Beramal sesuai dengan pengetahuan
Menghadap kepada Allah swt
Butuh kepada Allah swt
Memberi nama hajat
Melembutkan hati
Menangis dan berusaha menangis
Mendoakan orang lain
Merendahkan diri dan mengangkat tangan
Melembutkan suara dalam berdoa
Tidak tergesa-gesa dalam berdoa
Tidak putus asa
Terus-menerus berdoa
Berdoa sebelum kejadian
Memakai cincin aqiq dan ferus
Adab sesudah berdoa

Pasal Ketiga
Doa yang mustajabah
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ijabahnya doa
Menjaga syarat-syarat dan adab-adab berdoa
Menghilangkan penghalang-penghalang ijabah
Memilih waktu-waktu yang khusus
Memilih tempat-tempat yang khusus
Memilih doa yang mustajabah
Memelihara kaidah-kaidah bahasa
Doa yang ma'tsur
Berdoa bersama kaum mukminin
Mengaminkan doa
Membaca Al-Qur'an
Sebab-sebab ditundanya ijabah
Doa-doa yang diijabah
Doa-doa yang tidak diijabah

Pasal Keempat
Pengaruh-pengaruh doa
Pertama: Pengaruh-pengaruh yang segera
Doa dan Takdir Allah swt
Ilmu Allah swt
Ummul kitab dan Lawhil mahwi wal-itsbat
Kedua: Pengaruh-pengaruh yang ditunda
Sumber Rujukan

Wassalam
Syamsuri Rifai

 

Dialog Spiritual Haji: Seorang sufi besar dengan Keluarga Nabi saw

Monday, 03 October 2011 00:00
Dialog ini terjadi antara Imam Ali Zainal Abidin (sa) dengan Asy-Syibli. Asy-Syibli adalah seorang ulama sufi besar dan terkenal hingga sekarang, khususnya di kalangan para sufi. Imam Ali Zainal Abidin (sa) adalah putera Al-Husein cucu Rasulullah saw. Dialog ini saya terjemahkan dari kitab Al-Mustadrak. Berikut ini dialognya: 

Saat pulang ke Madinah usai menunaikan ibadah haji, Asy-Syibli datang kepada gurunya Ali Zainal Abidin (ra) untuk menyampaikan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji. Dalam pertemuan itu terjadilah dialog antara seorang guru dengan muridnya.

Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Syibli, Anda sudah menunaikan ibadah haji?
Asy-Syibli: Ya, sudah yabna Rasulillah (wahai putra Rasulillah)
Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah berhenti miqat, kemudian menanggalkan semua pakaian terjahit yang dilarang bagi orang yang menunaikan ibadah haji, kemudian Anda mandi sunnah untuk memakai baju ihram?
Asy-Syibli: Ya, semua sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah ketika berhenti di miqat Anda menguatkan niat, dan menanggalkan semua pakaian maksiat kemudian menggantinya dengan pakaian ketaatan?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat Anda menanggalkan pakaian yang terlarang itu apakah Anda sudah menghilangkan perasaan riya', munafik, dan semua subhat (yang diragukan hukumnya).
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mandi sunnah dan membersihkan diri sebelum memakai pakaian ihram, apakah Anda juga berniat membersihkan diri dari segala macam noda-noda dosa?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum berhenti miqat, belum menanggalkan pakaian yang yang terjahit, dan belum mandi membersihkan diri.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mandi, berihram dan mengucapkan niat untuk memasuki ibadah haji, apakah Anda sudah menguatkan niat dan tekad hendak membersihkan diri dan mensusikannya dengan pancaran cahaya taubat dengan niat yang tulus karena Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah pada saat memakai baju ihram Anda berniat untuk menjauhkan diri dari segala yang diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla.
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (ra): Apakah ketika berada dalam ibadah haji yang terikat dengan ketentuan-ketentuan haji, Anda telah melepaskan diri dari segala ikatan duniawi dan hanya mengikatkan diri dengan Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum membersihkan diri, belum berihram, dan belum mengikat diri Anda dalam menunaikan ibadah haji.
Ali Zainal Abidin (sa): Bukankah Anda telah memasuki miqat, shalat ihram dua rakaat, kemudian mengucapkan talbiyah?
Asy-Syibli: Ya, semua itu sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika memasuki miqat apakah Anda berniat akan melakukan ziarah untuk mencari ridha Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat melaksanakan shalat ihram dua rakaat, apakah Anda berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan tekad akan memperbanyak shalat sunnah yang sangat tinggi nilainya?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memasuki miqat, belum mengucapkan talbiyah, dan belum menunaikan shalat ihram dua rakaat.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda telah memasuki Masjidil Haram, memandang Ka'bah dan melakukan shalat disana?
Asy-Syibli: Ya, semua sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat memasuki Masjidil Haram, apakah Anda bertekad untuk mengharamkan diri Anda dari mengunjing orang-orang islam?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika sampai di kota Mekkah, apakah Anda menguatkan keyakinan bahwa hanya Allah-lah tujuan hidup?
Asy-Syibli: Tidak

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memasuki Masjidil Haram, belum memandang Ka'bah, dan belum melakukan shalat di dekat Ka'bah.
Asy-Syibli:
Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah melakukan thawaf, dan sudah menyentuh sudut-sudut Ka'bah?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukan thawaf.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika thawaf, apakah Anda berniat untuk lari menuju ridha Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum melakukan thawaf, dan belum menyentuh sudut-sudut Ka'bah.
Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah berjabatan tangan dengan hajar Aswad, dan melakukan shalat sunnah di dekat Maqam Ibrahim?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Mendengar jawaban Asy-Syibli, Ali Zainal Abidin (ra) menangis dan memandangnya seraya berkata:
"Ya sungguh benar, barangsiapa yang berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, ia telah berjabatan tangan dengan Allah. Karena itu, ingatlah baik-baik wahai manusia, janganlah sekali-kali kalian berbuat sesuatu yang menghinakan martabatmu, jangan menjatuhkan kehormatanmu dengan perbuatan durhaka dan maksiat kepada Allah Azza wa Jalla, jangan melakukan apa saja yang diharamkan oleh Allah swt sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang bergelimang dosa.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berdiri di Maqam Ibrahim, apakah Anda menguatkan tekad untuk berdiri di jalan kebenaran dan ketaatan kepada Allah swt, dan bertekad untuk meninggalkan semua maksiat?
Asy-Syibli: Tidak, saat itu tekad tersebut belum kusebutkan dalam niatku.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melakukan shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, apakah Anda berniat untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim (sa), dalam shalat ibadahnya, dan kegigihannya dalam menentang bisikansetan.
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, belum berdiri di Maqam Ibrahim, dan belum melakukan shalat di dekat Maqam Ibrahim.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah memperhatikan sumur air Zamzam dan minum airnya?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika memperhatikan sumur itu, apakah Anda mencurahkan semua perhatian untuk mematuhi semua perintah Allah. Dan apakah saat itu Anda berniat untuk memejamkan mata dari segala kemaksiatan.
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memperhatikan sumur air Zamzam dan belum minum air Zamzam.
Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah saat itu Anda mencurahkan semua harapan untuk memperoleh rahmat Allah, dan bergetar tubuhmu karena takut akan siksaan-Nya?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa.
Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah pergi ke Mina?
Asy-Syibli: Ya, tentu sudah.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah saat itu Anda telah sunggu-sungguh bertekad agar semua manusia aman dari gangguan lidah, hati dan tangan Anda sendiri?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum pergi ke Mina.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah wuquf di padang Arafah? Sudahkah Anda mendaki Jabal Rahmah? Apakah Anda sudah mengunjungi lembah Namirah dan berdoa di di bukit-bukit Shakharat?
Asy-Syibli: Ya, semuanya sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di Padang Arafah, apakah Anda benar-benar menghayati makrifat akan keagungan Allah? Dan apakah Anda menyadari hakekat ilmu yang dapat mengantarkan diri Anda kepada-Nya? Apakah saat itu Anda menyadari dengan sesungguhnya bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan, perasaan dan suara nurani?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika mendaki Jabal Rahmah, apakah Anda tulus ikhlas mengharapkan rahmat Allah untuk setiap mukmin, dan mengharapkan bimbingan untuk setiap muslim?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di lembah Namirah apakah Anda punya tekad untuk tidak menyuruh orang lain berbuat baik sebelum terlebih dahulu Anda menyuruh diri Anda berbuat baik? Apakah Anda bertekad tidak melarang orang lain berbuat maksiat sebelum Anda mencegah diri Anda dari perbuatan tersebut?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda berada di bukit-bukit itu, apakah Anda benar-benar menyadari bahwa tempat itu merupakan saksi atas segala kepatuhan kepada Allah swt. Dan Tahukah Anda bahwa bukit-bukit itu bersama para malaikat mencatatnya atas perintah Allah Penguasa tujuh langit dan bumi?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu Anda belum berwuquf di Arafah, belum mendaki Jabal Rahmah, belum mengunjungi lembah Namirah dan belum berdoa di tempat-tempat itu.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda melewati dua bukit Al-Alamain dan menunaikan shalat dua rakaat sebelumnya? Apakah setelah itu Anda melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah, mengambil batu di sana, kemudian berjalan melewati Masy'aril Haram?
Asy-Syibli: Ya, semuanya sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda melakukan shalat dua rakaat, apakah Anda meniatkan shalat itu sebagai shalat Syukur, shalat untuk menyampaikan rasa terima kasih pada malam tanggal 10 Dzulhijjah, dengan harapan agar tersingkir dari semua kesulitan dan mendapat kemudahan?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melewati dua bukit itu dengan meluruskan pandangan, tidak menoleh ke kanan dan ke kiri, apakah Anda benar-benar bertekad tidak akan berpaling pada agama lain, tetap teguh dalam agama Islam, agama yang hak yang diridhai oleh Allah swt? Benarkah Anda memperkuat tekad untuk tidak bergeser sedikitpun, baik dalam hati, ucapan, gerakan maupun perbuatan?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di Muzdalifah dan mengambil batu di sana, apakah Anda benar-benar bertekah untuk melempar jauh-jauh segala perbuatan maksiat dari diri Anda, dan berniat untuk mengejar ilmu dan amal yang diridhai oleh Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat Anda melewati Masy'aril Haram, apakah Anda bertekad untuk menjadikan diri Anda sebagai keteladan kesucian agama Islam seperti orang-orang yang bertakwa kepada Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum melewati Al-Alamain, belum melakukan shalat dua rakaat, belum berjalan menuju Muzdalifah, belum mengambil batu di tempat itu, dan belum melewati Masy'aril Haram.

Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Syibli, apakah Anda telah sampai di Mina, telah melempar Jumrah, telah mencukur rambut, telah menyembelih binatang kurban, telah menunaikan shalat di masjid Khaif; kemudian kembali ke Mekkah dan melakukan thawaf ifadhah?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (ra): Setelah tiba di Mina, apakah Anda menyadari bahwa Anda telah sampai pada tujuan, dan bahwa Allah telah memenuhi semua hajat Anda?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat melempar Jumrah, apakah Anda bertekad untuk melempar musuh Anda yang sebenarnya yaitu iblis dan memeranginya dengan cara menyempurnakan ibadah haji yang mulia itu?
Asy-Syibli: Tidak

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mencukur rambut, apakah Anda bertekad untuk mencukur semua kehinaan diri Anda sehingga diri Anda menjadi suci seperti baru lahir perut ibu Anda?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melakukan shalat di masjid Khaif, apakah Anda benar-benar bertekad untuk tidak merasa takut kepada siapaun kecuali kepada Allah swt dan dosa-dosa yang telah Anda lakukan.
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda menyembelih binatang kurban, apakah Anda bertekad untuk memotong belenggu kerakusan diri Anda dan menghayati kehidupan yang suci dari segala noda dan dosa? Dan apakah Anda juga bertekad untuk mengikuti jejak nabi Ibrahim (sa) yang rela melaksanakan perintah Allah sekalipun harus memotong leher puteranya yang dicintai?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda kembali ke Mekkah untuk melakukan thawaf ifadhah, apakah Anda berniat untuk tidak mengharapkan pemberian dari siapapun kecuali dari karunia Allah, tetap patuh kepada-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum mencapai Mina, belum melempar Jumrah, belum mencukur rambut, belum menyembelih kurban, belum melaksanakan manasik, belum melaksanakan shalat di masjid Khaif, belum melakukan thawaf ifadhah, dan belum mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena itu, kembalilah ke Mekkah, sebab Anda sesungguhnya belum menunaikan ibadah haji.

Mendengar penjelasan Ali Zainal Abidin (sa), Asy-Syibli menangis dan menyesali kekurangannya yang telah dilakukan dalam ibadah haji. Sejak itu ia berusaha keras memperdalam ilmu Islam agar pada tahun berikutnya ia dapat menunaikan ibadah haji secara sempurna. (Al-Mustadrak 10: 166)
 
Panduan Praktis Amalan dan Doa Haji

 
Wassalam
Syamsuri Rifai


 

Doa-Doa Harian

Monday, 07 November 2011 00:54
Doa Hari Ahad
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Dengan asma Allah
yang tidak aku harapkan kecuali karunia-Nya
tidak aku takutkan kecuali keadilan-Nya
tidak aku percayai kecuali firman-Nya
tidak aku pegangi kecuali tali-Nya
KepadaMu aku berlindung wahai  Pemilik Ridha dan Ampunan

Selengkapnya doa ini berikut teks Arab dan Transiterasi Arab-Latin, Download

Doa Hari Senin
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Segala puji bagi Allah, yang mencipta langit dan bumi tanpa seorang
saksi, yang menggelar makhluk tanpa seorang pembantu
Tiada sekutu dalam Ilahiyat-Nya, tidak ada setara dalam ketunggalan-Nya
Kelu lidah mengungkap sifat-Nya
Lemah akal memikirkan makrifat-Nya
Merendah segala penguasa karena kehebatan-Nya
Rebah segala wajah karena takut pada-Nya
Jatuh segala yang agung karena keagungan-Nya
Bagi-Mu segala puja
Puja yang beruntun tak putus-putus
Shalawat dan salam bagi Rasul-Nya, salam yang kekal abadi

Selengkapnya doa ini berikut teks Arab dan Transiterasi Arab-Latin, Download

Doa hari Selasa
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Segala puji bagi Allah, pujian hak-Nya, milik-Nya pujian yang banyak
Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku, sungguh nafsu menyuruh pada keburukan kecuali yang disayangi Tuhanku
Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan setan yang menambah dosa-dosaku
Aku berlindung pada Allah dari semua tiran yang durhaka, dari semua musuh yang dominan, dari semua penguasa yang kejam.

Ya Allah
Jadikan aku diantara pasukan-Mu, karena pasukanMu saja yang beroleh kemenangan.
Jadikan aku diantara partaiMu, karena partaiMu saja yang memperoleh kemenangan
Jadikan aku diantara kekasih-kekasihMu, karena kekasihMu saja yang tidak mendapat kecemasan dan kesedihan

Selengkapnya doa ini berikut teks Arab dan Transiterasi Arab-Latin, Download

Doa Hari Rabu
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Segala puji bagi Allah, Yang menjadikan malam sebagai pakaian dan tidur sebagai peristirahatan dan siang sebagai saat bertebaran
Segala puji bagi-Mu, Kau bangkitkan aku dari tidurku,
Kalau Kau kehendaki, Kau jadikan tidurku tidur abadi, tanpa henti
Milik Allah, makhluk tak terhitung

Ya Allah, bagi-Mu segala puji
Kau ciptakan, Kau takdirkan, Kau tentukan, Kau matikan, Kau hidupkan,
Kau sakitkan, Kau sembuhkan, Kau selamatkan, Kau hancurkan
Di atas singgasana-Mu Kau bertahta
Di atas kerajaan-Mu Kau berkuasa
Kusampaikan pada-Mu doa orang yang lemah tenaganya, yang putus
kekuatannya, yang dekat ajalnya, yang mendunia hasratnya, yang berat
keperluannya akan rakhmatMu,yang besar deritaNya karena dosa-dosanya,
yang banyak jatuhnya dan gelincirnya, yang terpusat padaMu saja taubatnya.

Selengkapnya doa ini berikut teks Arab dan Transiterasi Arab-Latin, Download

Doa Hari Kamis
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Segala puji bagi Allah, Yang Mengusir Malam yang gelap dengan kodrat-
Nya
Yang Menghadirkan Siang yang terang dengan rakhmat-Nya
Yang Menutupku dengan cahayaNya, dan membawa padaku nikmat-Nya

Ya Allah, sebagaimana telah Kau lestarikan aku di siang ini,
lestarikan aku pada siang lain seperti ini
Sampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya
Jangan Kau celakakan aku hari ini dan hari yang lain malam atau siang
dengan perbuatan yang terlarang dan kelakuan yang tercela
Berikanlah padaku kebaikannya, dan kebaikan apa pun di dalamnya
Palingkan dariku kejelekannya dan kejelekan apa pun di dalamnya dan
kejelekan apapun sesudahnya

Selengkapnya doa ini berikut teks Arab dan Transiterasi Arab-Latin, Download

Doa Hari Jum'at
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Segal puji bagi Allah, Yang Awal sebelum penciptaan dan
penghidupan,Yang Akhir setelah punah semua,Yang Maha Tahu,Yang Tak
Melupakan orang yang mengingatNya,
Yang Tidak Merugikan orang yang mensyukuriNya, Yang Tidak Mengecewakan
orang yang memohon padaNya, Yang Tidak Memutuskan harap orang yang
mengharapNya

Ya Allah
Aku mintakan kesaksianMu dan cukuplah Engkau sebagai saksi
Aku mintakan kesaksian seluruh malaikat-Mu penghuni langit-Mu dan pemikul arasy-Mu
serta yang Kau bangkitkan sebagai nabi dan rasul-Mu dan yang Kau ciptakan dari berbagai makhluk-Mu

Selengkapnya doa ini berikut teks Arab dan Transiterasi Arab-Latin, Download

Doa Hari Sabtu
Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Bismillah – kalimat pemegang penjagaan, ucapan pencari perlindungan
A’udzubillah – aku berlindung pada Allah dari kekejaman manusia kejam, dari rekaperdaya manusia dengki, dari kezaliman manusia lalim
Aku memuji Dia di atas pujian semua yang memuji

Ya Allah, Engkau Yang Esa Tiada Tara, Engkau Raja Tiada Dirajai, tak terlawan ketentuanMu, tak tertolak kekuasaanMu

Aku bermohon, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, hambaMu dan utusanMu.
Bimbinglah aku untuk mensyukuri segala nikmat-Mu yang memungkinkan aku mencapai ridhaMu
Bantulah aku menaati-Mu dan melazimkan ibadah pada-Mu, memastikan ganjaran-Mu dengan karunia pertolongan-Mu
Kasihanilah aku, palingkanlah aku dari maksiat pada-Mu, selama Engkau menghidupkan aku, tuntunlah aku pada apa yang bermanfaat bagiku selama Engkau menghidupkan aku
Dengan kitab-Mu, legakan dadaku
Dengan bacaannya, ringankan bebanku
Karuniakan padaku keselamatan agama dan diriku,
Jangan terlantarkan aku dari semua orang yang menjadi kerinduanku
Sempurnakanlah kebaikan-Mu padaku, pada seluruh sisa umurku, seperti
Engkau telah berbuat baik, pada umurku yang telah lalu
Wahai, Yang Terkasih dari segala yang mengasihi

Selengkapnya doa ini berikut teks Arab dan Transiterasi Arab-Latin, Download
 
Buku Praktis Amalan dan Doa Haji & Umroh, klik di sini
Buku Hakikat Doa, Adab2 Berdoa dan Syarat2 Diijabahnya Doa, klik di sini


 

Dialog Spiritual Haji: Seorang ulama Ahli hadis dengan Keluarga Nabi saw

Friday, 21 October 2011 00:34
Agar ibadah haji kita lebih bermakna, mari kita simak dan mengambil pelajaran dari dialog dua tokoh besar. Dialog yang terjadi antara Imam Ali Zainal Abidin (sa) dengan Az-Zuhri di Padang Arafah. Az-Zuhri adalah seorang ulama terkemuka dalam ilmu hadis. Imam Ali Zainal Abidin adalah keluarga Nabi saw yaitu putera Al-Husein cucu Rasulullah saw. Dialog ini saya terjemahkan dari kitab Bihârul Anwar dan kitab Al-Mustadrak. Berikut ini dialognya: 

Ali Zainal Abidin (sa) bertanya: Wahai Az-Zuhri, dapatkah kamu menghitung manusia yang ada di sini?
Az-Zuhri menjawab: Aku dapat memperkirakan satu setengah juta, mereka semuanya adalah jema'ah haji, mereka datang kepada Allah dengan harta mereka, mereka berdoa dengan suara yang gemuruh.
Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Zuhri, suara gemuruh siapakah yang paling banyak itu dan suara siapa yang paling sedikit?
Az-Zuhri: Semua itu suara gumuruh jema'ah haji.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah kamu mendengar gemuruh suara yang paling sedikit? Wahai Zuhri, dekatkan wajahmu padaku.
Az-Zuhri: Aku dekatkan wajahku kepadanya. Lalu ia mengusapkan tangannya pada wajahku.
Ali Zainal Abidin (sa): Sekarang lihatlah mereka.
Az-Zuhri: Aku memandangi semua manusia, dan aku melihat mereka semuanya adalah kera, aku tidak melihat mereka itu manusia kecuali satu dari setiap sepuluh ribu manusia.
Ali Zainal Abidin (sa): wahai Zuhri, mendekatlah padaku.
Az-Zuhri: Aku mendekat lagi kepadanya. Ia mengusapkan tangannya pada wajahku.
Ali Zainal Abidin (sa): Lihatlah mereka.
Az-Zuhri: Aku memandangi mereka lagi, dan kulihat mereka semuannya babi.
Ali Zainal Abidin (sa): mendekatlah kepadaku.
Az-Zuhri: Aku mendekat lagi kepadanya. Kemudian ia mengusapkan lagi tangannya pada wajahku.
Az-Zuhri: Saat itulah, kulihat mereka semuanya binatang buas, hanya sedikit yang berwujud manusia.
Az-Zuhri: Demi ibuku dan ayahku wahai putera Rasulillah, aku telah dibingungkan oleh tanda-tanda kemuliaanmu dan taajjub dengan keajaibanmu.
Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Zuhri, telah kamu saksikan gumuruh dari sekian banyak makhluk itu sedikit yang dari golongan manusia.
Ali Zainal Abidin (sa): Sekarang usapkan tanganmu pada wajahmu.
Az-Zuhri: setelah kuusapkan tanganku pada wajahku, pandangan mataku kembali seperti semula, dan kulihat mereka semuanya manusia.

Ali Zainal Abidin (sa) berkata: "Barangsiapa yang melakukan haji dan mencintai kami Ahlul bait Nabi saw, merubah permusuhannya pada kami, merubah pembinasaan pada dirinya dengan ketaatan kepada kami, kemudian ia hadir ke tempat wuquf ini dengan pasrah pada amanat dan perjanjian kami yang Allah abadikan di Hajar Aswad, maka itulah bagian yang terkecil dari jema'ah haji yang telah kamu lihat. Wahai Zuhri, telah bercerita kepadaku ayahku dari kakekku Rasulullah saw, beliau bersabda: "Tidak akan bermakna haji orang-orang munafik, dan haji orang-orang yang memusuhi Muhammad dan keluarga Muhammad." (Al-Bihar jld 96, bab 47, hlm 257; Al-Mustadrak 10: 39)
 

 
Wassalam
Syamsuri Rifai
 


Mutiara Hikmah & Cinta